Powered by Blogger.

Bagaimana Membalas Kebiadaban Atas Israel ?

Posted by Baca Islam

Puasa tahun lalu warga Palestina mendapat cobaan dimana Muhammad Mursi dikudeta oleh Jenderal As-Sisi. Sebagaimana saya dengar dari ceramah Syekh Amjad Khalifah atau yang sering disapa dengan Syekh Abu Hamzah di Masjid al-Ghifary, berubahnya situasi politik ini membuat kerugian besar di pihak Palestina. Pertama, warga Palestina tidak bisa lagi melintasi pintu perbatasan Rafah yang sebelumnya terbuka lebar. Kedua, seperti saya kutip dari Reuters, sekitar 80 persen terowongan yang digunakan untuk menyelundupkan barang dan senjata dari Mesir menuju Jalur Gaza tidak lagi berfungsi karena ditutup oleh militer Mesir pasca dikudetanya Muhammad Mursi.

Pada puasa tahun ini, warga Palestina mendapat cobaan kembali, yakni serbuan rudal-rudal Israel ke Gaza pada 9 Juli 2014. Imbas dari serangan Israel ini jagat twitter yang sebelumnya ramai isu perdebatan Pilpres, mendadak berubah menjadi isu “Pray For Gaza” dan “Save Palestine”. Menurut versi Zionis Israel, mereka menyerang target-target yang diduga menjadi persembunyian dan aktivitas para pejuang Hamas. Kalau dicermati, serangan Israel masih ada kaitannya tewasnya 3 remaja mahasiswa seminari Yahudi itu  di dekat parit di dekat kota Halhul, di utara Hebron. Seperti biasa Israel menuduh Hamas, akan tetapi berulangkali membantahnya.[2]

Rudal-rudal Zionis Israel sampai tulisan ini diterbitkan telah merengut nyawa 90 warga Gaza dan lebih dari 500 orang lainnya luka-luka.[3] Selain merengut nyawa tak berdosa itu, Rudalnya Zionis Israel menghancurkan gedung Graha Tahfidz Daarul Quran di Gaza Palestina. Tokoh agama sekaligus pendakwah, Yusuf Mansyur menyatakan kesedihannya karena hancurnya Graha Tahfidz ini. Pasalnya Graha Tahfidz itu dibangun dari sumbangan umat Islam di Indonesia. "Yaa Allah... Graha Tahfidz Daarul Quran Gaza Palestina yang baru aja diresmikan, bantuan muslim Indonesia, dirudal Israel," kata Yusuf Mansyur di akun Facebook pribadinya. [4]

Sebagai bentuk kepedulian kita kepada saudara-saudara seiman yang dijajah Zionis. Kita perlu melakukan semacam aksi untuk membalas kebiadaban Zionis Israel. Mulai dari berdoa, berdemonstrasi, menciptakan lagu “we will not go down” karya penyanyi Michael Heart, memboikot produk-produk Israel hingga mretas situs-situs milik pemerintahan dan perusahaan Israel. Berdoa adalah perbuatan minimum yang harus dilakukan seorang muslim apabila dia tidak mampu membantu dalam bentuk jihad fisik maupun materi.[5] Kemudian berdemonstrasi adalah bentuk aktivitas politik yang mampu menghasilkan dua hal: pertama, menciptakan opini publik bahwa kebiadaban Israel harus segera dihentikan. Kedua, melalui aktivitas ini, umat Islam bisa menggalang dana untuk disalurkan kepada Palestina. 

Baru baru ini, Prabowo menyumbangkan dana Rp1 miliar rupiah untuk warga Palestina.  "Sebagai bentuk awal dan komitmen, saya menyumbangkan uang pribadi Rp1 miliar untuk membantu warga Palestina," kata Prabowo. Prabowo ikut dalam aksi damai ini tak ada kaitannya dengan hiruk pikuk politik. Kata dia, kedatanganya sebagai bukti keprihatinan terhadap warga Palestina yang diserang membabi buta, apalagi di bulan Ramadhan. Tak hanya Prabowo, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie juga merogoh kocek Rp 1 miliar untuk membantu rakyat Palestina. Dana ini merupakan dana pribadi. "Pak ARB sebenarnya mau menyumbang Rp5 miliar. Tapi karena sungkan sama saya, beliau jadi baru nyumbang Rp1 miliar," kata Prabowo tertawa dan disambut takbir ribuan orang yang ikut dalam aksi damai. [6]

Biasanya aktivitas demonstrasi di Indonesia dilakukan oleh kawan-kawan Jamaah Tarbiyah (PKS), FPI dan Hizbut Tahrir. Justru kita belum melihat kalangan Liberal melakukan aksi-aksi kepedulian untuk warga Palestina. Begitu juga para aktivis penggiat HAM, mereka ini ketika masa kampanye Pilpres sangat getol berteriak ke sana kemari tentang pelanggaran HAM salah satu capres, tapi anehnya suara mereka tidak terdengar sama sekali sewaktu Gaza dihujani rudal Zionis Israel.

Langkah konkrit lainnya adalah menciptakan sebuah musik yang menunjukkan rasa simpati dan mampu membakar semangat warga Palestina supaya tidak menyerah sampai kapan pun. Seperti yang diberitakan situs Tempo, Lagu We Will Not Go Down (Song for Gaza) langsung diunggah ke situs YouTube pada awal Januari 2009. Dalam dua pekan saja, lagu ini sudah di¬klik oleh 700 ribuan pengunjung. Jumlah itu kian bertambah hingga hari ini. Selain sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa, lagu ini disediakan untuk “free download” di Internet. Namun sebagian besar orang yang mengunduhnya ¬dengan sukarela malah menyumbang ke United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East. [7]

Dari menciptakan sebuah lagu dahsyat untuk Warga Palestina, kita bisa melakukan gerakan memboikot produk-produk Israel. Sedikit saya cerita tentang sebuah aksi/gerakan yang muncul di facebook yakni “I Check the Label”. Gerakan ini digagas oleh komunitas Muslim di Inggris sejak 4 tahun lalu dengan maksud memberi edukasi kepada umat Islam akan produk-produk Israel yang tidak boleh lagi kita beli karena 2 hal: hasil keuntungan penjualan kurma ini dipakai Israel untuk menjajah dan mendirikan pemukiman illegal di Palestina. Kemudian dari sisi kesehatan dan kehalalannya yang masih diragukan. Misalnya produk kurma kemasan Israel yang dijual di Tepi Barat (West Bank) dan lembah Yordan (Jordan valley).[8] Kampanye “saya mengecek label” sebelum membeli produk kemasan asal Israel ini juga marak di Gaza pada bulan Juni.[9] 

Terakhir sebelum menutup tulisan ini, bagi yang memiliki keahlian di bidang IT bisa meretas situs-situs milik pemerintah dan perusahaan yang berafiliasi ke Israel. Pasca serbuan rudal-rudal Israel ke Gaza, muncul kampanye #OpSaveGaza yang digalakkan oleh hacker “anti Israel” di internet. Kampanye ini awalnya muncul di twitter tapi juga direalisasikan dengan menyerang situs-situs pemerintah Israel. Terkait serangan para hacker, “Israel siap”, kata Dina Beer, CEO Asosiasi Internet di Israel (ISOC). Menurut Dina, saat ini negaranya mengalami serangan siber yang massif. Bahkan dalam pantauannya serangan meningkat tajam hingga 900%. “Jika biasanya kita mendapat 100 ribu serangan setiap hari, kalau sekarang mendapat 1 juta serangan dari seluruh dunia Arab dan Negara Muslim” ujarnya. [10]

Meskipun Zionis Israel bisa mematahkan dengan mudah serangan para hacker di seluruh dunia, jangan pesimis dulu!. Apapun aksi atau sumbangsih anda untuk membalas kebiadaban Israel akan dicatat oleh Allah swt. Mari kita desak pemerintah RI dan dunia Arab agar mengirimkan tentaranya untuk mengusir Zionis Israel. Wallahu ’alam bishowwab.

Catatan kaki:
1) Lihat Fadh Ahmad, Kondisi Palestina Pasca kudeta Militer di Mesir, (Scribd.com, Juli 2013)
 2) “3 missing Israeli teens found dead near Hebron” cbcnews tgl 30 Juni 2014
 3) Status fanpage ‘Palestine Solidarity Campaign UK’ tgl 11 Juli 2014 pk 05.20 wib
 4) “Yusuf Mansyur Sedih Graha Tahfidz di Gaza Hancur Dirudal Israel” Republika.co.id tgl 9 Juli 2014
 5)Agar doa kita diijabah, ketika berdoa harus mengikuti tuntunan Nabi, harus ikhlas dan berbaik sangka kepada Allah. Kemudian harus bertawakkal kepada Allah memohon yang terbaik untuknya dari doanya itu. Baca: M. Khalilurrahman Al Mahfani, Keutamaan Doa & Dzikir Untuk Hidup Bahagia Sejahtera, (Jakarta: Wahyu media, 2008), hal 6
6) “Prabowo dan ARB Sumbang Rp 2 miliar untuk Rakyat Palestina” vivanews tgl 11 Juli 2014
 7)“Membela Gaza Dengan Nada” tempo.co tgl 27 Januari 2009
 8) http://foa.org.uk/campaigns/check-the-label
 9) Sumber: album foto #icheckthelabel In Gaza di fanpage ‘friends of al-Aqsa’ tgl 30 Juni 2014
 10) David Shamah, “Hackers threaten ‘Israhell’ cyber-attack over Gaza” times of Israel.com tgl 9 Juli 2014

Related Post



Post a Comment